6 Nov 2011

Everything has changed !

Yahh , sekarang saya mau megeluarkan bakat terpedam saya. Yaitu meulis cerpen. Udah lama banget saya gak meulis setelah masuk SMA. Masa SMA membuat saya sedikit melupakan hal kesukaan saya ini. Baiklah , ada baiknya kita baca saja karya perdana saya di tahun tahun SMA saya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kamarku masih seperti biasanya. Buku biologi masih terbuka, spidol warna-warni bertebaran dimeja belajar, baju seragam yang belum di cuci tertumpuk di kursi belajar. Angin sepoi-sepoi masuk melalui celah celah fentilasi membuat korden berwarna cream berkibar kibar. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Tapi entah mengapa mataku belum  bisa terpejam. Aku sudah berbaring ditempat tidurku, dan menarik selimutku berharap bisa tidur ditengah kehangatan.
Drrtt drtt drrtt ...
Hpku tiba tiba bergetar dan aku merasa itu sangat mengganggu konsentrasiku untuk mencoba tidur. Dengan malas aku mengambil HPku yang berada di meja belajarku. Dan ternyata ada satu SMS.

Besok tungguin aku ya, kita ke sekolah bareng :)
-Denis-

Aku tersenyum kecil membaca SMS itu. Tanpa membalas SMS darinya aku segera beranjak tidur kembali.
Menarik selimut, dan memeluk teddyku.

  Hari sudah pagi, aku mengayuh sepedaku menuju kesekolah. Diparkiran sudah berdiri denis menantiku. Aku memperhatikan penampilannya hari ini. Nothing special.
Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju keruang kelas bersamaan. Aku merasa diperhatikan olehnya, agak aneh memang tapi tak apalah.
Selang sebulan setelah kejadian tersebut, aku dan denis jadian. Tidak ada yang pernah menyangka ini akan terjadi termasuk aku. Kadang juga aku berfikir "Bagaimana bisa ?? Aku menerimanya?"
  Sebulan berlalu, aku mendapat banyak pengalaman baru saat bersama denis, tapi jika aku renungkan kembali pengalaman ini tak seharusnya terjadi ketika aku masih baru beranjak remaja. Mungkin bisa dibilang aku menyesal. Sebentar lagi aku akan lulus dan melajutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi.
Ketika aku sibuk mempersiapkan diri dan sibuk megurus hal hal yang berkaitan dengan pencarian sekolah baru aku mulai lupa dengan denis.

  Hari itu , hari terakhir aku disekolah lamaku. Aku berjalan jalan mengelilingi sekolah dengan denis. Aku kembali memperhatikan penampilan denis. Yaa.. tetap saja nothing special. Dan itu membuatku berpikir tak ada sesuatu yang menarik dari sosok denis. Benar benar tidak ada.
Denis tiba-tiba menggenggam tanganku erat, seperti tak mau berpisah denganku. Aku tetap tanpa ekspresi. Lalu ia berkata "Terima kasih.".
Aku terseyum sedikit.

  Setengah bulan setelah hari terakhirku di sekolah lamaku. Sekarang aku telah menjadi siswa SMA ditempat yang berbeda dengan denis. Menemukan sosok baru yang bisa menemani hari hariku. Dan setiap aku memperhatikan penampilannya aku selalu berpikir dalam hatiku "So special". Dia pria yang sopan, berkata halus dan tentunya tampan dengan penampilan yang begitu menarik. Aku menyukainya.
Ketika pria itu mendekatiku aku bahkan tak bisa menolak daya magnetnya. Aku benar benar menyukainya.
  Aku ingat pada denis, sudah lama aku tak berjumpa denganya. Aku memutuskan untuk bertemu dengannya dan mengutarakan isi hatiku yang sebenarnya.
Siang itu disebuah tempat yang aneh menurutku.
"Hei denis, aku memang harus mengatakan hal ini padamu." Kataku
"Apa ?" Denis nampak penasaran
"Aku ingin kita hanya berteman sekarang."
"Maksudnya??"
"Kamu seharusya bisa mengartikannya."

Wajah denis tampak muram.
"Ya, aku sudah menafsirkan kejadian ini akan terjadi sejak awal."
Denis memelukku untuk beberapa saat. "Terima Kasih" katanya.

  Aku beranjak meninggalkan denis tanpa megucapkan apapun lagi. Sebenarnya aku kasihan padanya tapi jika terus dikasihani itu akan membuatnya tak bisa melupakanku.

  Beberapa hari setelah kejadian itu aku jadian dengan orang yang benar benar aku suka. Seorang pria yang sesuai dengan kriteriaku. Dia sopan , bisa memperlakukanku dengan anggun , dan tentunya dia sangat menyayangiku. Hari hariku begitu indah dengannya. Aku selalu bisa tertawa lepas dengannya. Tertawa karena tawanya , tertawa karena aku mencintai sosoknya yang bergitu karismatik. Aku selalu tersenyum , tersenyum karena dia yang selalu memperlakukanku dengan sopan , tersenyum karena ia menganggapku bagaikan putri yang sangat menyayanginya.
  3 bulan berlalu dengan lancar, sampai akhirnya aku melihat sindiran dari denis. Hal itu membuatku merasa denis mulai membuat masalah denganku. Aku marah dengannya, aku adalah orang yang sulit memaafkan dan gampang dendam dengan seseorang. Bahkan aku sudah memutuskan untuk tak berurusan lagi dengan denis.
"Maaf denis, aku tak ada waktu lagi untuk meluruskan pertemanan kita."

  Awal hidupku tanpa seorang denis. Seseorang yang dulu lumayan baik ternyata bisa membuat masalah bahkan menantang. Semua ternyata memang sudah berubah.
Sifat denis , dunia denis dan semuanya.
Begitu juga denganku, hidupku duniaku sekarang sudah tak sama lagi. Semua berubah namun berubah kearah yang lebih baik. Kini aku menjalani hari hariku dengan orang orang baru yang cukup baik, serta aku bisa dekat dan dicintai seseorang yang baik.
:)

4 lovely comment ♥:

Anonim mengatakan...

thank you so much :)
Now, i know everything..
thanks for the 2 wonderful months, sorry for make you angry.
Now I can let it go :)

"I hope you'll never forget DRC"

dayu_ledys mengatakan...

yea , ur'well ANONIM ...

Bisnis Online Blog mengatakan...

Mbaknya seorang penulis ya?Inspiratif sekali.Salam kenal.Tadi saya follow ke 15

Dayu Ledys mengatakan...

iya , sudah saya folback ^^

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini