30 Des 2011

60 detik berhargaku




Pagi itu cuaca cukup baik dan bersahabat. Matahari tidak bersinar dengan terik , namun udara terasa sangat dingin. Aku duduk didepan televisi sambil sesekali menatap layar ponselku. Menunggu adanya panggilan atau pesan, dari seseorang yang sudah aku tunggu.
Jarum jam tak bisa berhenti berjalan memutar. Karena bosan aku mulai menonton sebuah acara ditelevisi. Namun tiba-tiba suara ibu membangunkan lamunanku.
  "Belum dateng, ntar papa keburu bangun lo."
  "Gak tau buk, mungkin perjalanannya emang lama."
Aku kembali menonton acara ditelevisi, sambil sesekali menatap ke arah jam dinding diruang TV. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 09.00. Hingga akhirnya handphone.ku bergetar. Dan tertulis kata "1 new message". Aku segera membukanya.

Aku udah didepan rumah kamu nih.

Dan, saat aku beranjak dari sofa aku sedikit kaget melihat sosok papa yang baru keluar dari kamar tidurnya menuju kamar mandi. Aku mengarahkan sorot mataku yang mengisyaratkan bahwa aku berkata "Gimana nih?". Dan ibu dengan wajahnya yang masih tetap santai mengisyaratkan aku untuk tetap keluar menemuinya.
Aku lalu segera berlari kecil keluar , dan membuka pintu gerbang dengan pelan. 
Dan aku melihat seseorang yang sudah dua minggu belum kutemui. Aku berlari kearahnya dengan senyum yang manis. Mungkin itu senyumku yang paling manis yang pernah aku perlihatkan.
Dia terlihat lebih cakep dari biasanya, mungkin ini karena aku sudah lama tak bertemu dengannya atau karena aku terlalu kangen atau mungkin dia memang agak berubah.
Dengan jaketnya yang berwarna biru bercampur hitam [kalo tidak salah] dia tampak keren , >.<
"Tuhan berikan aku waktu lebih lama untuk melihatnya" pikirku dalam hati.

  "Papa kamu udah bangun ??"
Aku hanya mengangguk lemas. 
  "Ya udah deh, ini novelnya. Selamat membaca."
Katanya sambil tersenyum. [so cool]
  "Makasih yahh." Aku menerimanya. rasanya aku ingin memeluknya sebentar. Tapi aku takut kalo tiba tiba papa muncul.
  "Ya udah deh, aku balik dulu ya."
Aku melambaikan tanganku , lalu mengucapkan terima kasih lalu melambaikan tangan lgi. lalu aku berlari kecil masuk kedalam rumah.
Dan betapa terkejutnya aku melihat papa sedang berada dihalaman sedang menghaturkan canang di merajan/pura. Aku hanya memandangnya sekilas dan langsung masuk ke dalam rumah. Dan sepertinya setelah itu papa akan segera bertanya sesuatu kepada ibu. Tapi aku tak khawatir masalah ini aku bisa mengandalkan ibu yang selalu care dalam masalah cintaku.
Aku segera naik ke kamar dan berusaha sedikit mengingat ngingat raut wajahnya tadi, yang hanya sempat aku lihat 1menit. [miris memang]
Aku tersenyum senyum sendiri. Sambil menatap novel yang aku dapat darinya. 
Kejadian yang singkat walaupun tidak bisa mengobati rasa rinduku sepenuhnya. Dan ini membuatku ingin segera sekolah dan melihatnya dengan style yang sama.
Mengobrol tentang liburan akhir semester dan lain lain. Ya, aku memang sudah tidak sabar.
:)

[It's REAL]

0 lovely comment ♥:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini