21 Jan 2012

Citizen Journalist (Jurnalistik Warga)

Hmmm, tanggal 20 saya mengikuti workshop juga FakSas, dengan tema "Citizen Journalist".
Disana dijelaskan gimana caranya menjadi penulis yang baik, bahkan dikasi tau juga gimana caranya kalau kita pengen jadi anggota Kompas Muda.
Ini beberapa hal yang saya ingat dari workshop , silahkan disimak ...

Citizen journalist atau Jurnalistik warga adalah paristiwa melaporkan atau meliput atau menyebarluaskan suatu berita tetapi bukan oleh Wartawan profesional, melainkan oleh masyarakat biasa. Yang sepertii ini nih yang

Sistaras Juara !

Tanggal 20 kemarin, Tim Jurnalistik Resman (SISTARAS) mengikuti lomba di Fakultas Sastra UNUD. Lomba ini diadakan dalam event HUT ke-5 Kompas Muda.
Ini pengalaman ke-dua bagi aku mengikuti lomba mading. Dan untuk sekarang ini mading yang dilombakan adalah mading 3D. Sedikit lebih susah daripada mading 2D. 
Dan yang lebih membuat lomba ini sebagai tantangan tersendiri bagiku adalah peserta dari timku anak kelas 10 semua. Dan cuma 5 orang.
Persiapan aku dan timku lakukan hanya dalam waktu 1hari saja. Untung persiapan itu dibantu oleh kakak2 kelas.

Dan ketika lomba dimulai, aku melihat mading 3D yang dibuat oleh teman2 siswa dari sekolah lain bagus2 dan besar2, tidak sebanding dengan mading buatan kami, yang hanya membentuk buku.
Tapi yang penting kami bisa menyelesaikan mading dengan tepat waktu.



itu hasilnya ....

Awalnya kita ber-5 minder banget, tapi kak.kenny dan kak.bheo selalu kasih semangat. Bahkan Wanda sempet nge-down banget gara-gra lupa ngasiin box redaksi.
Tapi semuanya terbayar sudah.
Kita Berhasil , membawa pulang piala ~
Juara 2 dilomba ini bener bener sesuatu banget.
Jadi gak sabar ikut dilomba2 selanjutnya.
FIGHT !!!!

14 Jan 2012

Award pertama saya :D





Wiiiii, aku dapet award nih dari Putu ...
------>> Award dari Putu

Dan saya akan meneruskan award ini kepadaaaa ....
1. MrdSekar : garagaramarda
2. Ela : sprinklesnow
3. Duniasharing : duniasharing
4. SalingBerbagiIlmu : men4rik
5. Mithawulansani : wulansanym
6. ForeverYoung : bocahningrat.
7. Ilmuku Ilmu kita semua : myblogiky

You're Like Devil [1]

Pagi ini masih mendung seperti hari-hari yang lalu. Dan aku juga masih dengan kemalasan yang selalu hadir  seperti hari hari sebelumnya. Malas untuk membuka mataku yang masih mengantuk , malas untuk pergi kesekolah, malas untuk menyimak pelajaran , malas untuk mengerjakan tugas tugas. Dan yang paling membuatku malas untuk hari ini adalah malas untuk bertemu seseorang.
***
Ternyata pagi ini bukan sekedar mendung, tapi juga hujan. Aku terpaksa harus berlari-lari menerobos hujan dihalaman sekolah. Aku berlari tanpa memperhatikan orang orang disekitarku, dan suatu kecelakaan kecil terjadi ketika aku berlari di koridor.
Brukkk …
Aku menengok kesamping, dan hendak meminta maaf. Tapi perminta maafanku aku urungkan saat mengetahui bahwa orang yang aku tabrak adalah orang yang selalu membuat langkahku menjadi berat untuk pergi kesekolah. Namanya Andrian, cowok tinggi ini entah kenapa selalu membuat hari-hari disekolah menjadi sial. Entah apa dosa yang telah aku perbuat sehingga tuhan mengirimkan mahluk ini padaku.
“Masih pagi udah nyari musuh lo ?” Andrian bicara tanpa menatapku sedikitpun. Aku tak menjawab, dan mengepalkan tangan menandakan kemarahan dan kekesalanku.
“Yahh , dianya diem. Lo pasti belum buat PR ya, contek aja PR gue.” Andrian semakin menjadi-jadi.
“Ihhh … Gue udah buat yaaa !” Ucapku dengan nada kesal ditambah ilfeel. Aku kemudian lanjut berlari menuju ruang kelas yang tinggal beberapa meter lagi.
            Aku menaruh tasku dibangku , tepat disebelah tas Andrian. Andrian memang duduk disebelahku semenjak seminggu lalu, ketika dia memutuskan untuk pindah sekolah, dan dengan sikap soknya dia selalu mengganggu hidupku sejak saat itu. Aku melirik sebuah buku tugas yang tergeletak diatas tas andrian. Dan itu adalah buku PR yang dimaksud Andrian tadi. Aku membukanya sedikit, tapi sebelum sempat membaca satu kalimatpun sebuah suara yang sepertinya sangat aku kenal mengaggetkanku.
"Katanya udah buat PR. Tukang bohong lo." Andrian berbicara kepadaku dengan nada mengejek.
Aku hanya menatap Andrian dengan tatapan super kesal. Aku berdiri, lalu berkata dengan serius tepat didepan wajahnya. "Andrian Hartaka Dinata, bisa gak sih lo gak ganggu-ganggu gue kayak gitu? Gue kesel banget tau, bahkan gue udah benci sama lo bahkan sebelum kita pernah ketemu!" Aku berkata dengan sedikit keras. Tapi Andrian malah melempar buku PR-nya ke bangku lalu berlari menuju keluar kelas. Aku terus menatapnya hingga akhirnya ia tak terlihat lagi. 'Rasakan!' pikirku dalam hati.
Pelajaran pertama sudah dimulai, tapi sosok Andrian belum muncul. Aku mulai berpikir 'paling-paling dia malu ketemu gue dikelas, tu anak pasti bolos dikantin.'. Sifat jahilku mulai muncul. Aku membuka tempat pensilnya lalu menukarkan isi pulpennya yang masih penuh dengan isi pulpenku yang sudah kosong. Aku juga meraut pensilnya hingga menjadi sependek jempol. Tidak lupa membocorkan corection pen-nya. 'Yap ! Sempurna.' aku tersenyum licik. Lalu kembali memperhatikan pelajaran pagi itu.
Pelajaran kedua , pelajaran ketiga telah aku lalui. Dan akhirnya hariku disekolah berakhir untuk hari ini. Tapi Andrian belum juga tampak. Aku sudah mencarinya dikantin , bahkan sampai diperpustakaan. Tapi hasilnya nihil. Andrian tidak menampakkan tanda tanda keberadaannya. Aku memutuskan untuk pulang tanpa memikirkan keberadaan Andrian. Aku mengambil tasku,  dan keluar dari kelas. Setelah beberapa meter dari kelas aku balik berlari menuju kelas , berharap menemukan sosok andrian yang mungkin mengendap-endap datang ke kelas dan mengambil tasnya, jika itu benar terjadi, maka aku bisa memergokinya membolos. Tapi betapa sialnya aku yang tidak menemukan seorangpun dikelas, hanya ada tas andrian disana. Aku mulai tidak peduli lagi dan berlari menuju kemobil jemputanku.'Gue gak peduli sama lo, pokoknya gue benci lo.' Batinku serasa ingin berteriak.
***
Aku duduk dikamarku sendirian. Menatap langit sore yang nampak indah dengan garadasi warna merah-orange yang memanjakan mataku lewat jendela kamar. Tiba-tiba sesuatu terlintas dipikiranku.'Tas andrian, apa masih dikelas?'.
Hp-ku tiba-tiba bergetar, dan aku dengan wajah malas mengangkatnya.
'Siapa?' tanyaku singkat dan jelas.
"Gue ... Tau-kan lo ??" Nada bicara yang sok itu terdengar. Rasanya aku ingin membanting HP-ku lalu berlari keluar kamar dan berteriak-teriak. 'Arrrrgghhh, ada setan telpon aku maaa .... paaa ....'
"ya , ada urusan apa ?" Tanyaku singkat dan jelas, kali ini lebih padat.
"Tas gue , udah lo bawa pulang?"
"Gue tinggalin dikelas. Lo ga ad nyuruh gue, dan kalaupun lo nyuruh gue juga gak mau" Aku menjawab dengan ketus.
"Hah ?! Jahat banget sih lo!" Andrian nampaknya panik disebrang sana.
"Jahat ? Elo tuh ANEH !" Aku membentak lalu menutup telpon dengan kesal. Tak habis pikir dengan sikap andrian yang jauh lebih aneh dari biasanya.
Sejak awal aku mengenal Andrian. Dia memang sudah terlihat aneh. Tiap hari dia selalu mengeluarkan satu-persatu sikapnya yang tidak pernah bisa ditebak. Dari mulai sikap dinginnya diawal dia hadir dikelas , lalu dalam satu hari dia bisa akrab dengan semua anak-anak cowok penghuni kelas, dan sifat jahilnya yang muncul tiba-tiba dan tak terduga.
Dan hari ini sifat anehnya yang lain muncul lagi. Dia meninggalkan barang-nya di kelas dengan seenaknya. Dan tiba-tiba menuduhku sebagai teman yang jahat. Entah kenapa aku harus dipertemukan dengan manusia seperti dia. Benar-benar manusia teraneh yang pernah aku temui didunia ini. Dan aku harap hanya dia satu-satunya orang aneh dihidupku. Aku tak bisa bayangkan bagaimana jadinya jika 80% orang yang ada dihidupku juga aneh seperti dia.
[Bersambung ....]

Last Rain


Membiarkan hujan membasahi kita

Dan akhirnya membiarkan hujan hanya membasahiku

"Kakakkkk, sudah dijemput tuh." Teriak seorang gadis kecil dengan ramput sebahu, berwarna pirang. Sambil merapikan dasinya, dia mempersilahkan seorang pemuda dengan seragam putih abu-abu khas siswa SMA. Pemuda itu tinggi, dan dengan kulitnya yang putih sudah dipastikan banyak wanita yang mengidamkannya untuk dijadikan kekasih. Ia duduk di sofa tamu berwarna putih yang begitu elegan, dan menunggu kakak dari gadis kecil tadi untuk datang menemuinya.
"Hei, maaf ya bikin kamu nunggu lama." Seorang gadis dengan rambut panjangnya yang diikat satu tinggi-tinggi, menepuk pundak pemuda itu. Dan pemuda itu menoleh kearahnya dengan tatapan lembut.
"Ayo, berangkat sekarang." Ujar pemuda itu, sambil menarik tangan gadis berambut panjang tersebut.
Gadis itu adalah Jessica. Dengan rambut panjangnya yang tidak pernah dibiarkannya terurai, ia mungkin terlihat sedikit tomboy. Tapi jika sudah dekat dengannya semua orang pasti dapat melihat sisi feminimnya. Ia hobi membaca novel romantis, membaca komik manga, dan sangat suka dengan boyband-boyband asal korea, yang terkenal karena wajah yang tampan-tampan. Bahkan ketika SMP ia mengikuti les balet. Tak ada yang tahu tentang itu.
Jessica mulai mengeluarkan ipod-nya dari dalam tas, dan mendengarkan sebuah lagu. Dia tak ingin merasa bosan pada saat-saat berdua dengan pemuda yang ada disebelahnya ini di dalam mobil. Pemuda pendiam yang ada di sebelahnya ini adalah kekasih Jessica. Terkadang ia ilfeel karena pemuda ini tidak pernah memulai duluan pembicaraan. Tapi tenyata hal yang berbeda terjadi hari ini.
"Boyband lagi??" Pertanyaan singkat pemuda itu sontak membuat Jessica berbinar. Jarang sekali dia mendengar Jeremy, nama pemuda itu, bertanya tentang hal yang tidak terlalu penting atau sekedar basa-basi seperti ini.
"Hmm , enggak lagi. Mau ikut denger ??" Jessica terlihat semangat saat menanyakan hal itu pada Jeremy. Sudah lama ia ingin mendengar lagu ini bersama Jeremy.
"Boleh." Dengan cepat Jessica memberikan salah satu bagian headseatnya kepada Jeremy. Dan sebuah lagu mengalun lembut. Lagu yang berjudul Kiss Me Slowly , salah satu lagu favoritenya dari band Parachute. Lagu itu bagaikan mempersatukan indra pendengeran mereka dengan satu alunan nada, didalam keheningan didalam mobil saat perjalanan mereka bersama menuju kesekolah pagi itu.
Sekolah tinggal beberapa meter lagi, dan Jessica sudah bersiap untuk turun. Hingga akhirnya Jeremy memarkirkan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Jessica. Jessica turun dengan anggun sambil menggendong tas punggung birunya. Dan Jeremy membawa tasnya dengan satu lengan. Mereka berjalan bersama menyusuri koridor, sambil diiringi tatapan iri gadis-gadis baik senior maupun junior yang sepertinya menaruh hati pada Jeremy. Awalnya Jessica merasa minder, tapi ia berusaha membangun rasa percaya diri. 'Jeremy sudah milikku sejak 6 bulan terakhir, aku tak harus minder. Jeremy sudah jelas akan tetap memilihku, dibanding gadis-gadis lain yang menatap kami dengan pandangan iri hari ini.' Jessica mulai memotivasi dirinya sendiri agar tidak minder. Ia terus menatap lurus sambil sebentar-sebentar menoleh ke Jeremy yang berjalan dengan tenang, sedangkan dirinya daritadi gugup bahkan ia baru menyadari bahwa tagannya kini basah dengan kringat. Jeremy yang menyadari hal itu menoleh kearah Jessica dengan raut khawatir.
"Kamu sakit ?"
"Ah, enggak. Kenapa?" Jessica mencoba menjawab dengan tenang , dan berusaha menutupi rasa gugupnya.
"Tangan mu basah." Jeremy menjawab dengan singkat, lalu mengusap tangan Jessica dengan tangannya.
"Tenang , aku tak apa." Ujar Jessica lalu masuk ke kelasnya, dan meninggalkan Jeremy berjalan sendiri menuju kelasnya yang tinggal kurang lebih 20 langkah lagi.
'kenapa dia?' Dengan wajah bingung Jeremy menuju kelasnya dengan berjalan cepat, karena bel masuk kelas tinggal beberapa detik lagi.
***
Bel pulang sekolah sudah berdering sejak 10 menit yang lalu. Tapi Jessica masih belum menemui Jeremy yang sejak tadi menunggu Jessica didepan mobilnya. Gadis itu termenung di kelasnya sambil memegang sebuah novel yang sudah berkali-kali dibacanya sejak pertama kali ia membeli novel itu 2 tahun yang lalu. Novel berjudul AI dari penulis favoritnya Winna Efendi. Ia lalu mengambil Handphone-nya dan kecewa, ternyata Jeremy tak menanyakan keberadaannya. Ia tetap termenung disana sambil berharap Jeremy datang menjemputnya ke kelas. Tetapi disisi lain Jeremy ternyata masih menunggu Jessica di depan mobilnya dengan sabar, sampai akhirnya Jeremy mulai mencari Jessica ke kelasnya.
"Dear..." Ucap Jeremy , yang berhasill membuyarkan lamunan Jessica. Jessica segera beranjak dari kursinya, mengambil tas dan membawanya dengan satu lengan, lalu mendekat ke Jeremy.
"Oh , kamu pengen dijemput yaa ?" Jeremy tertawa pelan. Dan Jessica membalasnya dengan senyuman kecil. Lalu mereka berjalan berdampingan ke mobil Jeremy , dan masih seperti biasa diikuti tatapan iri para gadis.
Jessica tak berbicara sama sekali di dalam mobil. Ia hanya sesekali melirik ke arah Jeremy , yang daritadi juga tidak berkata sepatah katapun semenjak mereka masuk kedalam mobil. Mereka tetap dalam keadaan sperti itu sampai akhirnya Jessica sampai dirumahnya.
"Terima kasih." Ucap Jessica setelah Jeremy membukakan pintu untuknya. Lalu bergegas masuk kedalam rumah. Tetapi langkahnya terhenti ketika tangan Jeremy menahannya.
"Jika ada yang membuatmu tidak nyaman segera katakan, aku tak ingin sikapmu seperti hari ini lagi." Jessica mengangguk kecil. Sepertinya Jeremy sudah menyadari perubahan sikap Jessica sejak awal.
***
Esoknya hujan turun dengan derasnya, Jessica sudah menunggu Jeremy diteras rumahnya. Dan beberapa detik kemudian Jeremy datang. Jessica langsung masuk kemobil, dan memasang sabuk pengamannya. Lalu ia mulai mengeluarkan ipodnya. Tapi tiba-tiba Jeremy melarangnya.
"Dear, jangan mendengarkan lagu dulu. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan." Ujar Jeremy sambil memandang wajah Jessica lekat-lekat. Tapi Jessica memalingkan wajahnya.
"Aku tak ingin membicarakan apapun pagi ini." Jessica berkata dengan pelan. Sesungguhnya dia takut melukai perasaan Jeremy.
"Baiklah, aku tidak memaksa." Jeremy lalu mengemudikan mobilnya sedikit lebih cepat.
***
Jessica mempercepat jalannya, karena gadis itu sudah tak tahan lagi dengan tatapan iri yang selalu mengikutinya saat ia bersama Jeremy. Jeremy mau tak mau ikut mempercepat langkahnya. Dan akhirnya mereka tiba di depan kelas Jessica.
"Pulang sekolah nanti kamu tunggu saja dikelas , aku akan menjemputmu." Ucap Jeremy sambil menepuk pelan pipi Jessica. Dan gadis itu hanya mengangguk. Lalu masuk kedalam kelas.
Selama pelajaran berlangsung, Jessica tidak bisa berkonsentrasi. Yang ada dipikirannya adalah apa yang akan ditanyakan Jeeremy padanya pulang sekolah nanti. Ia mulai menebak nebak dan memikirkan jawaban yang tepat. Gadis itu mencoba-coba mencari jawaban bohong yang masuk akal dan tidak akan membuat Jeremy tersinggung. Tapi dia tak dapat menemukan jawaban bohong apapu diotaknya. Hingga akhirnya ia bertekad, apapun yang ditanyakan Jeremy, ia akan menjawabnya dengan jujur.
***
Akhirnya bel pulang sekolah berdering juga. Dan Jeremy sudah siap mengajak Jessica kesuatu tempat, agar mereka punya waktu untuk berdua dan membahas tentang hubungan mereka yang menurut Jeremy merenggang. Pemuda itu segera menuju ke kelas Jessica , dan gadis yang ia cari telah menunggu didepan kelas.
"Ayo, kita pergi sekarang."
"Kemana ?" Tanya Jessica dengan ekspresi bingung.
"Ke suatu tempat , dimana kita bisa berdua lebih lama."
Mereka berdua lalu berjalan dengan berpegangan tangan , dan tentu saja diikuti tatapan iri gadis gadis yang berlipat ganda. Menyadari hal itu Jessia menundukkan kepalanya, tetapi Jeremy yang sedaritadi tetap tenang dan menyadari Jessica minder mulai melingkarkan salah satu lengannya dipinggang Jessica.
"Tenang saja, aku melindungimu." Bisik Jeremy lembut ditelinga Jessica.
Jessica merasa sedikit tenang, dan ia berjalan terus sambil menyandarkan kepalanya di dada Jeremy. Gadis itu merasa lemas setiap kali ia dipandang dengan tatapan iri seperti itu. Mereka berdua langsung masuk ke mobil dan Jeremy segera mengarahkan mobilnya menuju ke Taman Kota.
"Turun dear." Ucap Jeremy setelah membukakan pintu untuk Jessica. Jessica turun lalu menghirup udara segar pepohonan yang baru saja terguyur air hujan. Merekapun mencari tempat untuk duduk. Dan akhirnya mereka duduk disebuah bangku sambil menatap kearah taman. Jeremy merangkul tubuh gadis disebelahnya, dan membelai helai-helai rambutnya dengan lembut.
"Dear, aku tau kamu selalu tidak nyaman saat aku berada disampingmu ketika disekolah." Jeremy mulai angkat bicara.
"Ya, aku memang merasa begitu , tapi aku berusaha untuk nyaman. Karena aku percaya kamu mencintaiku."
"Tentu saja, aku mencintaimu. Dan mulai besok aku akan melindungimu, dan merangkulmu. Kau boleh menyembunyikan wajahmu didadaku, aku akan melawan tatapan mereka semua."
Jessica tersenyum lega. Lalu ia mengambil ipodnya dan memutar lagu yang sama seperti saat ia mendengarkan lagu di mobil bersama Jeremy. Hanya saja saat ini ia tak mendengarkannya melalui headseat.
Langit semakin lama semakin tertutup awan gelap, dan hujan grimis mulai turun. Jeremy tampak tak menghiraukannya, begitu juga Jessica. Mereka tetap duduk sambil menikmati alunan lagu.
"Jessica." Panggil Jeremy, dan hal itu membuat Jessica kaget. Karena jarang sekali Jeremy langsung memanggil namanya seperti itu. Jessica menoleh dan mendapati Jeremy hanya berada 2 cm dari wajahnya. Jeremy mendekatkan kembali wajahnya dan mengecup bibir Jessica dengan lembut. Gadis itu tak bisa menolak. Hujan turun semakin deras dan membasahi badan mereka yang masih terbalut seragam putih abu-abu. Jessica tertawa sebentar, diiringan senyuman lembut Jeremy. Lalu Jeremy melanjutkan kecupannya yang sempat terhenti karena tawa kecil Jessica.
***
Hari demi hari , bulan demi bulan beralalu dengan cepat. Dan saat ini Jessica sudah benar-benar bisa percaya diri menghadai tatapan iri para gadis junior. Mereka, Jessica dan Jeremy kali ini sudah kelas tiga SMA. Dan Jessica senang , karena sebentar lagi mereka sudah bisa masuk ke perguruan tinggi.
"Aku tak sabar untuk kuliah." Ujar Jessica bersemangat.
Sore itu mereka sedang berada disebuah cafe di pinggiran ibu kota. Sambil menikmati cappucino-nya Jessica terus berbicara mengenai, kuliah , fakultas dan baju-baju berkerah yang akan dipakainya saat kuliah nanti.
"Aku juga tak sabar melihatmu memakai baju casual. Selama ini aku bosan melihat bajumu yang hanya seragam."
"Ah , dasar kamu ini." Jessica tertawa ringan sambil menghirup aroma cappucino hangat didepannya.
Akhirnya waktu juga yang harus menghentikan obrolan mereka, karena hari sudah gelap dan jika gadis itu pulang terlalu larut orang tuanya akan marah.
Sesampainya dirumah , Jessica mengecup pipi Jeremy dan Jeremy membalasnya dengan hal yang sama.
"Besok jangan telat bangun ya." Ujar Jeremy sambil tersenyum
"Iya , aku berjanji." Jawab Jessica dengan mata berbinar, sambil menepuk pipi Jeremy pelan. Lalu gadis itu melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah.
***
Pagi sudah datang, dan Jessica seperti biasa sudah menunggu kekasihnya diteras rumah. Tapi hingga pukul 8 Jeremy belum muncul juga. Ia terus menelpon Jeremy tapi tak ada jawaban. Hingga akhirnya sbuah no tidak dikenal mengiriminya sebuah pesan singkat.
Ke Rumah Sakit Medistra. Sekarang.
Tanpa pikir panjang Jessica segara memanggil sopir keluarga untuk menuju rumah sakit. Gadis itu merasa sesak dibagian dadanya, ia merasa sesuatu yang buruk terjadi pada Jeremy.
Dan akhirnya, semua perasaan takutnya selama perjalanan terbayar sudah dengan berita kepergian Jeremy. Kakinya lemas, gadis itu tak sanggup berkata apapun lagi. Apalagi ketika Jeremy yang sudah tak bernyawa berbaring dan lewat didepannya.
"Maafkan, anak kami Jess, ia tak pernah bermaksud meninggalkanmu. Kecelakaan itu sudah takdir tuhan." Kata orang tua Jeremy sambil menepuk pundak Jessica.
Jessica hanya dapat terdiam sambil berlinang airmata. Tak menyangka bahwa hal itu menimpa kekasihnya.
Pemakaman berlangsung bebearapa hari setelah kejadian naas itu , dan selama itu pula Jessica tak pernah mau makan , dia bahkan tak ingin masuk sekolah lagi. Semua orang dirumahnya tak tau harus berbuat apa. Upacara pemakaman Jeremy diiringi hujan gerimis. Gadis itu tau , dunia pun menangis ketika Jeremy harus pergi begitu saja.
Butuh waktu berminggu-minggu bagi Jessica untuk memulihkan keadaan jiwanya yang selama ini terus terpaku pada kenangan-kenangan indahnya bersama Jeremy. Ia baru mau makan dengan teratur setelah 3 minggu setelah kepergian Jeremy. Dan baru mau sekolah 4 minggu setelah kepergian sang kekasih.
Dan pada suatu siang, sepulang ia dari sekolah. Gadis itu meminta supir keluarga untuk mengantarkannya ke taman kota. Dan saat supirnya bertanya mau apa dia kesana. Jessica hanya berkata "Bertemu Jeremy."
Sesampainya disana Jessica duduk disebuah bangku yang disana terdapat serpihan kenangan Jeremy. Gadis itu memutar sebuah lagu dari Ipodnya. "Kiss Me Slowly". Lalu ia menggumam "Dear, datanglah sebentar, aku merindukanmu." dan memejamkan matanya.
Tiba-tiba Jessica merasa ada yang menepuk pipinya pelan.
"Bukalah matamu dear."
Jessica membuka matanya perlahan, dan mendapati Jeremy telah ada didepannya. Dengan seragam putih abu-abu lengkap dengan dasinya. Gadis itu langsung menyambutnya dengan pelukan.
"Aku tau kau ada disini." Jessica berkata sambil mengusap setetes airmata yang jatuh membasahi pipinya.
"Dear, aku tak mau kamu terus sedih. Kamu ingat kan impian masuk universitas." Jessica mengangguk tanpa memalingkan sedikitpun pandangannya dari wajah Jeremy.
"Boleh aku datang kesini setiap hari ??"
"Boleh , tapi aku tak menjamin kamu akan bertemu denganku." Jessica muram mendengar pernyataan Jeremy. Jeremy kembali menepuk pipi Jessica pelan. Lalu diiringi hujan yang semakin deras mengguyur taman kota hari itu bayangan Jeremy mengecup bibir Jessica lembut. Gadis itu menutup matanya, dan beberapa detik kemudian Jessica merasakan kehangatan yang tadi ia rasakan menghilang, ia membuka matanya dan sudah tak menemukan sosok Jeremy lagi. Dan membiarkan hujan mebasahinya untuk beberapa saat.
Jessica , berusaha tegar. Ia begitu berterima kasih pada Jeremy telah menyempatkan diri untuk datang. Gadis itu meninggalkan sebuah bunga mawar putih di bangku itu dan beranjak pulang.
Hari ini dia mengerti, Jeremy sangat menyayanginya. Dan ia berjanji tidak akan melupakan Jeremy. Jeremy selalu hidup dalam hatinya. Dan namanya tak akan pernah bisa pudar.
"Jeremy, I Love You."

9 Jan 2012

Parachute - Kiss Me Slowly

Stay with me, baby stay with me
Tonight, don't leave me alone
Walk with me
Come and walk with me
To the edge of all we've ever known
I can see you there with the city lights
Forteenth floor pale blue eyes
I can breathe you in
Two shadows standing by the bedroom door
You know I could not want you more
Then I did right then
As our heads leaned in

well I'm not sure what this going to be
But with my eyes closed all I see
Is the sky line through the window
The moon above you and the streets below
Hold my breath as you're movin' in
taste your lips and feel your skin
when the time comes,
baby don't run,
just kiss me slowly

stay with me
baby stay with me
tonight don't leave me alone

she showed me everything she used to know
picture frames and country roads
when the days were long
and the world was small
she stood by as it fell apart
to separate rooms and broken hearts
but I won't be the one to let you go

oh oh
I'm not sure what this is gonna be
but with my eyes closed all I see is the skyline
through the window
the moon above you and the street below
hold my breath as you're movin' in
taste your lips and feel your skin
when the time comes
baby dont run
just kiss me slowly

I'm not sure where this is gonna go
but in this moment
all I know is the skyline
through the window
the moon above you and the streets below
hold my breath as you're movin' in
taste your lips and feel your skin
when the time comes
baby don't run
just kiss me slowly

8 Jan 2012

Tips Menulis ala Winna Efendi


Ekspresi karakter
(gimana sih cara menunjukkan ekspresi dan perasaan tokoh dengan tepat?)

Pertama-tama, kita harus mengenal karakter kita dulu.
Orangnya friendly dan gampang bergaul, atau misterius dan pendiam?
Masing-masing karakter gaya ekspresinya beda.

Kedua, sudut pandang/POV mana yang kita gunakan?
Ini juga mempengaruhi cara ekspresi karakter.

Ekspresi karakter dapat ditunjukkan lewat: dialog, gestur, gaya bicara, narasi, dan masih banyak lagi.


Akan dibahas satu persatu.

                Kalau kita menggunakan sudut pandang orang pertama, secara otomatis ekspresi karakter
akan muncul lewat narasi sang tokoh. Setiap pikiran, respon, perasaan si karakter akan terlihat lewat narasi. Karena itulah kita harus benar-benar memahami karakter supaya apa yang ada dalam narasi sepenuhnya mencerminkan sang karakter, bukan si penulis.
                Soalnya kadang sulit memisahkan mana yang merupakan pikiran dan pendapat karakter yang sesungguhnya dan mana yang buah pikiran sang penulis. Salah satu solusinya adalah dengan 'get into your character'. Menjelma menjadi dia selama menulis. Kenali kira-kira apa responnya dengan kondisi seperti ini?
                Gunakan bahasa yang akan digunakannya, pahami isi kepalanya, dan kenali respon-respon juga hal yang disukai maupun tidak disukai karakter. Dengan begini, kita akan lebih menjiwai si karakter dan berhasil 'memerankan' mereka dengan baik dalam narasi.

                “Terus, kalau kita pakai sudut pandang orang ketiga gimana?
                Karakternya kan nggak secara langsung bercerita kepada pembaca?”

                Nah, kalau begini ekspresi karakter bisa kita gali lewat bahasa tubuh, gerak-gerik, ucapan dan interior monologue mereka. Kembali lagi pada pemahaman penulis akan karakter. Biasanya saya memejamkan mata sebentar, membayangkan si karakter ini seperti apa sih? Seperti apa fisiknya? Seperti apa gerak-geriknya? Hal ini membantu saya untuk mengekspresikannya.

Kita ambil contoh dengan Nata dalam novel Refrain.
                Dia nggak banyak komentar, terkesan cuek kecuali terhadap orang-orang yang dekat sama dia. Jadi, saya buat dia nggak banyak komentar, terkesan pendiam. Dialog-dialognya sakrastis, bahasa tubuhnya tidak berlebihan. Dia juga gak banyak tersenyum.

                Beda jauh dengan Niki yang ceria, selalu ada penekanan dalam ucapan dan gerak-geriknya, selalu positive thinking.

                Jadi, kita harus memilah-milah pilihan kata dan bahasa tubuh yang mencerminkan  karakter kita. Sesuaikan setiap respon karakter dengan sifatnya.

                Gestur yaitu bahasa tubuh, dapat kita pelajari dan amati lewat orang-orang sekitar, atau karakter dalam film. Gunakan gestur yang unik dan dijauhi penggunaan gestur yang sudah terlalu umum dan sering dipakai. Dengan begitu, kamu akan membuat karaktermu unik.
                Biasanya, saya latihan dengan menuliskan ekspresi karakter dalam suatu emosi tertentu, misalnya marah. Dia akan membanting barang kah? atau diam?

                Di luar dari itu semua, kita juga masih punya satu senjata lagi untuk mengekspresikan karakter, yaitu interior monologue alias percakapan batin. 
                Percakapan batin merupakan potongan pikiran atau isi hati karakter yang diselipkan dalam cerita, biasanya dituliskan dengan font italic.
Fungsinya?
Untuk mengekspresikan karakter saat pikiran tersebut tidak dapat diucapkan dalam dialog.

                Interior monologue sebaiknya dituliskan secukupnya saja, pada scene yang penting-penting saja. Kalau terlalu banyak akan mengganggu jalan cerita. Kalau digunakan dengan baik, interior monologue akan membantu penulis mengekspresikan karakternya kepada pembaca.

Begini nih contoh interior monologue:
Tapi gue sayang lo, pikirnya. Hanya saja lo nggak tahu. Mungkin nggak akan pernah tahu.

Sumber : Tips Menulis - Winna Efendi

7 Jan 2012

Florrie - Begging Me

My heart's beating
Is it serious?

You're begging me, begging me
I know I got you on the second beat
Oh oh oh oh

But baby back to me
I need to get you maybe baby back a beat
We'll see if you can heat it up and handle that
Go back and get your hat on baby
Hit the track, take that
We're on a mission and it's outta whack, that's a fact
Mission impossible
And that is that, that is that

You gotta listen up
Cos I'm writing the rules yeah
I'll tell you where to begin
You think that your Mr-know-it-all
Yeah but tonight you better think again

You gotta listen up boy
I'm not trying to fool ya
I'll tell you where to begin
You think that you're comin back for more
Yeah but tonight you better think again

The rhythm and the bass, up in my face
But you're block, block, blocking the floor
I'm running out of time, don't need no lines
From a d- d- d- dinosaur

You're begging me, begging me
I know I got you on the second beat
Oh oh oh oh
But baby back to me
I need to get you maybe baby back a beat
We'll see if you can heat it up and handle that
Go back and get your hat on baby
Hit the track, take that
We're on a mission and it's outta whack, that's a fact
Mission impossible
And that is that, that is that

I gotta lotta gadgets, I gotta lotta you
And if you you wanna grab it
Go and break all the rules

I gotta lotta gadgets, I gotta lotta burn
So come on learn
I know I want you to

The rhythm and the bass, up in my face
But you're block, block, blocking the floor
I'm running out of time, don't need no lines
From a d- d- d- dinosaur

You're begging me, begging me
I know I got you on the second beat
Oh oh oh oh
But baby back to me
I need to get you maybe baby back a beat
We'll see if you can heat it up and handle that
Go back and get your hat on baby
Hit the track, take that
We're on a mission and it's outta whack, that's a fact
Mission impossible
And that is that, that is that

It's a
Mission impossible
Mission impossible
Mission impossible
Mission impossible

Oooooh
Oooooh

You're begging me, begging me
I know I got you on the second beat
Oh oh oh oh
But baby back to me
I need to get you maybe baby back a beat
We'll see if you can heat it up and handle that
Go back and get your hat on baby
Hit the track, take that
We're on a mission and it's outta whack, that's a fact
Mission impossible
And that is that, that is that

I - I - I won't lose the battle
Not in love, not in war
Cause I got something to fight for

I - I - I won't lose the battle
Not in love, not in war
Cause I got something to fight for


Download MP3 : begging me

Website : http://florrie.com/

My Spirit

Masih inget apa yang aku tulis di Wish List ku ditahun 2012. Walaupunn gak yakin bakal terkabul ke-tiganya tapi ada sesuatu yang bikin aku semangat untuk berusaha memperjuangkannya. Walaupun mungkin gak bisa terkabul tahun ini tapi aku tetap semangat.

Hmmm , mau tau apa yang bikin aku selalu semangat buat "Nulis" ??



Gambar diatas adalah, mention2 dari penulis favoritku , yang deket banget sama pembaca pembacanya.
Kalo aku bisa jadi terkenal kayak dia nanti, aku bakal tiru sikapnya yang deket sama pembacaku. *Ngarep tingkat dewa*
Dan ini satu lagi yang bikin aku semakin semangat juga. Dan mengerti suatu hal.
"Kalo mau jadi penulis profesional harus belajar dulu. Dan yang paling penting adalah siap untuk ditolak"



Thanks to kk Winna Efendi , yang selalu bikin aku semangat nulis.
Kalo aja dikasi waktu sama tuhan , aku pengen banget ketemu sama kk winna efendi.
Misalnya aja , kk winna tiba2 liburan ke bali terus aku ketemu sama dia di gramedia.
Smoga tuhan bantu ngewujudinnya. :D

Oya, ini aku kasi tau dimana aja kalian bisa deket dan berkomunikasi sama dia ...
FB : http://www.facebook.com/winna.efendi
Fanpage : www.facebook.com/winna.efendi?sk=photos
Twitter : https://twitter.com/#!/WinnaEfendi
Blog : http://winna-efendi.blogspot.com/
Email : winna.efendi@gmail.com

D'Masiv - Aku Percaya Kamu

Aku Percaya Kamu
Melebihi Apa Yang Orang Katakan Kepadaku
Aku Percaya Kamu
Tak Perduli Apa  Yang Orang Katakan Tentang Kamu

Chorus :
 
Yang Kutahu Kau Selalu Sejukkan Hatiku
Yang Kutahu Kau Selalu Ada Di Saatku
Membutuhkanmu Kau Selalu Ada
Disaatku Rapuh

Aku Percaya Kamu
Hidup Ini Takkan Berarti Tanpa Kau Disisiku
Aku Percaya Kamu...ooo...
Kau Takkan Pernah Berhenti Tuk Selalu Mencintaiku

Back To Chorus:

Woo..Ooo..
Aaa..Aaa..Ooo...Ooo

Yang Kutahu Kau Selalu Sejukkan Hatiku
Yang Kutahu Kau Selalu Ada Di Saatku
Membutuhkanmu Kau Selalu Ada
Disaatku Rapuh (2x)
Disaatku Jatuh


mau denger lagunya ???
inii dia link downloadnya ----->>> Aku Percaya Kamu

3 Jan 2012

Yang saya pikirkan

Aku harus bertahan.

[Berkaca] - kalimat dari diriku yang lain
Dayu, ini baru awal ...
Mungkin kamu harus berani bertanya, dan setidaknya menanyakan alasan. Kamu sadar dia tidak seperti orang yang biasanya kamu temui. Dia berbeda dan memiliki pribadi dan sikap yang berbeda dari sekian banyak orang yang pernah kamu kenal sebelumya.
Mungkin kamu hanya belum terbiasa. Percayalah bahwa membiasakan diri dengan sikap orang yang kamu sayangi itu lebih mudah daripada harus membiasakan diri membaca rumus rumus senyawa kimia ataupun menghapalkan rumus fisika.
Mungkin dia hanya tidak terlau peka atau mungkin dirimulah yang tidak sensitif.
Dan kamu juga harus mengerti, apa masalahnya ? Hanya karena pesan yang terlalu singkat dimalam hari. Bahkan kamu merasa pengorbanan hanya terbalas dengan 5 kalimat singkat di akhir hari ???
Apakah perlu ia menulis puisi panjang untukmu ??
Aku harap jawabannya tidak.

Apa artinya obrolan lewat pesan singkat ?? Walaupun itu artinya kau sama dengan berbicara dengannya melalui pikiran. Tapi bukankah lebih jelas kalau kamu berbicara langsung ??

Sebenarnya kamu punya banyak waktu untuk bersama walaupun itu hanya saat pulang sekolah. Mungkin kamu hanya kurang terbuka. Jika dia terlihat sulit mangungkapkan ada baiknya kau mengungkapkan lebih dulu kan ??

Jadi sekarang masalahnya apa ?
Kamu baru 15 tahun , masalah bertahan atau runtuh tak perlu dipikirkan , kamu pasti bisa bertahan karna kamu tau rasanya runtuh itu sangat menyiksa dan kamu pasti tidak mau membuka lukamu yang sudah sembuh kan ??
Yang harus dilakukan sekarang adalah percaya dan yakin. Dan tuhan pasti akan menunjukkan jalan yang telah  ia pilihkan.
Jika sekarang tuhan tidak mengijinkan untuk bertemu lebih lama , mungkin dia akan mengijinkannya 6 bulan lagi atau 1,5 tahun lagi.
kamu pasti sabar, karena kamu yakin. Walaupun kamu tidak bisa melihat adakah dirimu dihatinya, walaupun kamu masih kurang peka terhadap apa yang dia rasakan. Tapi yang terpenting sekarang adalah dia ada dihati kamu. Dan terserah tuhan akan membiarkan di dia ada dihatimu , atau suatu saat nanti tuhan akan membiarkannya lepas.

Jadi jika kamu bertanya "Do you forget me dear?"
Dia yang ada dihatimu pasti akan menjawab sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Jika kamu tidak ingin dia melupakanmu kamu hanya perlu yakin dan percaya bahwa di mengatakan :
"I never forget you my dear. Believe me."

Tak peduli apakah dia benar begitu terhadapmu atau bagaimana. Yang jelas dia yang ada dihatimu berkata begitu ;)


Ya ... Aku Bertahan

1 Jan 2012

2012 , I Wish ....

Untuk tahun 2012 tentunya aku punya harapan yang pengen diwujudin, bahkan bukan cuma pengen tapi kalo bisa 'harus' diwujudin.
Biar aku selalu inget sama harapan harapanku aku bakal tulis dipostingan kali ini.
2012 , I Wish .....

Bisa lebih baik dari tahun kemarin
Pasti semua orang akan mengharapkan hal yang sama. Semua orang pasti ingin menjadi pribadi yang lebih baik ditahun ini. Mendapat rejeki dan hoki yang baik ditahun ini. Aku sendiri mengharapkan semangat belajarku tahun ini bisa lebih baik dari tahun 2011. Biar aku bisa membuat orang tua bangga , dan membuat aku merasa bahwa diriku berguna dan baik.

Dapet jurusan IPA
Demi mewujudkan harapan orang tuaku , aku memutuskan untuk memilih jurusan IPA. Aku berharap bannget bisa masuk kelas IPA dan bikin bapak sama ibu seneng. Selain itu aku juga bisa jadi contoh yang baik buat adik adikku. kan bangga kalo ibu atau bapak ntar bilang "Anak saya anak IPA di resman." Wah , ikut bangga kalo orangtua bangga.


Bisa ngirim naskah ke penerbit
Nah ini nih , yang menurutku adalah 2012 wish-ku banget.
Aku udah mulai suka novel dari SD kelas 4. Koleksiku cukup banyak , tapi dulu aku membeli novel dari penulis yang berbeda beda. Tapi sekarang aku cuma beli novel karya Winna Efendi dan Raditya Dika. Dan mulai kelas 5 SD aku mulai menulis , draft draft tulisan aku ada banyak, dan banyak ceritanya yang macet ditengah jalan. Sampai akhirnya pas SMP aku serius nulis dan ketika salahsatu draft novel aku ada yang sudah finish gak sengaja aku menghapusnya secara permanent. Dan Tahun ini aku bertekat untuk serius menulis lagi dan mengirmnya ke penerbit. Dan harapanku adalah penerbit Gagas Media. Siapa tau novel aku diterima.

Nah kira-kira itu deh 3 harapanku yang paling INTI.
Kira-kira ada jin gendut yang keluar dari botol yang mau ngabulin gak ya ? Kan pas tuh 3 permintaan :D
Tapi lebih baik aku tetep berusaha dan selalu berdoa sama tuhan. :)


2012 !!!! I'AM COMING .....

Flashback 2011

Sudah awal tahun nih ...
Saatnya Flashback !!

Banyak banget yang terjadi di tahun 2011 , dari mulai yang seneng sedih suka duka , perjuangan , perpisahan pertemuan , putus jadian , persahabatn, permusuhan. Dan masih banyak lagi ...
Dan sekarang mau aku bahas satu satu ...

Seneng sedih suka duka
semuanya campur aduk , terutama dari pertengahan tahun. Jujur aja gak banyak yang gue inget. Entah karena gue yang mengalami amnesia mendadak atau gue yang lagi gak mood buat mengingat. Tapi yang jelas diawal tahun, gue mendapat perubahan hidup disekolah. Dan deket sama banyak orang. Dan itu bikin gue seneng.
Dukanya ... (Entahlah gue gak mau inget)

Perjuangan 
Perjuangan juga aku rasain ketika pertengahan tahun pas lagi nyari sekolah. Disitu aku ngerasain yang namanya jatuh bangun. Dari daftar sekolah yang ngantrenya lama banget, terus ikut TPA dan akhirnya gak lulus. Terus berusaha nyari SMA yang negri. Aku daftar di SMAN7 dan SMAN2. Pertama aku liat pengumuman desek desekan di SMAN7 dan ternyata gak ditrima. Terus langsung menuju SMAN2 dan diterima. Bener2 pas waktu perjalanan ke SMAN2 itu udah takut ggak ditrima lagi.
Terus aku juga harus berjuang mengikuti MOS, yang mengakibatkan mentalku jadi parah, bukannya jadi kuat mental tapi mentalku jadi terlalu kuat sampai overdosis dan aku menjadi gila selama 3hari.
Terus pas mau penentuan kelas aku terus berdoa biar dapet kelas yang bagus , dan akhirnya aku keterima di kelas X.1 resman :)

Putus Jadian
Jadian - Putus - Jadian
Begitulah siklusnya yang terjadi di pertengahan tahun 2011.

Perpisahan Pertemuan
Di pertengahan tahun aku juga mengalami yang namanya perpisahan dan pertemuan. Aku harus berpisah sama temen temen SMP , dan bertemu teman teman baru di SMA. Bertemu orang baru juga membawa aku bertemu someone yang baru. Mungkin perpisahan itu sedih banget, tapi pertemuan itu cukup menyenangkan.

Persahabatan Permusuhan
permusuhan juga sempet aku alami, aku musuhan banget sama salahsatu temen SMP-ku. Namanya adalah Badbi. [nama samaran] itu musuhan paling keren yang pernah aku alami [musuhan keren ?].
Persahabatan juga menghiasi taun 2011, terutama pas SMP , kalo SMA kelihatannya belum ada yang benerbener aku anggap sahabat maklumlah baru kenal 6bulan. Pas SMP aku punya banyak sahabat , bahkan cewek2 satu kelas aku anggap mereka sahabat. Tapi yang bener bener deket adalah Mitha [@Laksmita_]. Dia suka banget yang korea korea gitu , nih nama blognya ----> wulansanym.blogspot.com. 
Walaupun sekarang kita beda sekolah , tapi kita masih suka jalan bareng.

Ada kesalahan di dalam gadget ini