7 Apr 2012

Aiko Secret #1


Namaku Sakurai Aiko. 
Saat itu aku hanyalah seorang siswa biasa yang banyak teman.
Tapi semua berubah ketika stalker tak terlihat itu mengikutiku.
Aku berusaha menghindar , hanya saja ada benang hitam yang mengait di jari klingking kami.
Itu membuatku bisa datang padanya kapanpun saat dia memanggilku , dan dia bisa datang kapanpun saat aku memanggilnya.



AIKO SECRET


"Aiko chan ~"
"Oi, misa.." Seorang siswa berambut pirang berlari kecil ke arahku. Dia missa chan , teman sekelasku. Dan pagi ini dia terlihat sangat ceria.
"Bagaimana liburanmu kemarin ??"
"Hmm, menyenangkan !" Ucapku bersemangat. Kemudian melanjutkan ceritaku pada missa.
"Aku mengunjungi Tokyo Disney." Tukasku dengan suara yang lantang, meski terasa sedikit sombong.
"Woa .... ah kau bercanda yaa ??"
"Aku serius." Ucapku meyakinkan missa.
"Baiklah kalo kau tidak percaya." Aku mencibir sambil menghadap kearah lain.

"Ohayo , Aiko chan." Seorang pria tampan datang menghampiriku, dia Shinici. Aku sudah naksir dengannya sejak tahun lalu. Kata teman2 sih dia itu juga naksir aku. Tapi tak ada bukti apapun.
"Ahh , Ohayo !" Aku menyambutnya dengan senyumku yang paling cemerlang.
"Pasangan sudah bertemu , sebaiknya aku tak mengganggu. Sampai ketemu dikelas Aiko chan~"
"Aaaa , missa chan." Aku menahan missa , tapi dia menarik tangannya dan beranjak pergi. Dan ketika itu juga aku merasa canggung.
"Maafkan missa chan ya." Aku mulai salah tingkah, dan menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Tapi shinici malah tertawa.
"Tidak apa, aku sudah tau missa selalu begitu."
Aku masih tetap malu meskipun dia sudah bersikap ramah begitu. Sampai akhirnya aku tak sanggup berbicara apapun lagi. Hingga shinici mengajakku sarapan.
"Aiko chan , mau sarapan sebalum masuk kelas?" Dengan cepat aku mengangguk mengiyakan ajakan shinici.
Dan kami segera berjalan menuju kantin sekolah.

***

Disebuah kerajaan pada dimensi yang lain.

"Akira! Ayah sudah tak tahan dengan kelakuanmu. Apa kau tidak bisa berubah sifat sedikit ?! Kenapa selalu membuat kekacauan?"
Seorang pria tampan, dengan pakaiannya yang penuh bercak kotor, dan tomat. Pria itu sudah membuat ulah untuk yang kesekian kalinya. Kali ini ia mengerjai pembawa grobak tomat sehingga bapak tua pembawa grobak itu terjatuh.
"Ayah, itu hanya kenakalan kecil." Ucap pria itu membela diri.
"Kalo seperti itu kau katakan kenakalan kecil , separah apa kenakalan besarmu?!"
"Ayolah ayah , ini yang terakhir."
"Cukup, Akira. Ayah akan mengirimmu ke suatu dimensi. Disana kau harus berbuat 1000 kebaikan , dan kau harus melindungi seseorang wanita yang boleh kau pilih sendiri, karena dengan wanita itu kau bisa tidak tersesat, dan hanya wanita itu yang bisa mengembalikanmu kesini."
"1000 kebaikan yah ???"
"Kurang ?"
"Ti ... tidak.. Tapi bagaiman caranya agar dia bisa mengembalikanku kesini? Dan bagaimana caranya aku bisa tau jumlah kebaikanku?" 
"Kau hanya perlu Cinta. Dan ayah akan membisikkanmu setiap kau mengumpulkan 100 kebaikan. Dan hanya kau yang bisa mendengar suara ayah."
"Aaaaarrrhhh, baiklah. Asal ayah tidak mengurungku lagi."


Raja lalu mengeluarkan cairan merah dari dalam saku jubahnya, dan memerintahkan anaknya untuk segera meminum cairan itu. Akira segera menurut. Dan akhirnyaaa .........


Flop !

***

Shinici memesan 2 porsi roti panggang selai coklat. Dan tentu saja seketika itu aku menjadi cocho maniak.
"Arigatogozaimash" Ucapku sambil menunduk.
Shinici hanya tersenyum ramah kearahku. Lalu ia mempersilahkan aku untuk makan. Saat aku makan bersamanya aku selalu merasa seperti sedang dinner. Di bawah sinar bintang dan dengan nyanyian sendu percikan air.
"Aiko chan , boleh aku tanya sesuatu ?"
"Tentu saja." Mendadak jantungku berdetak kencang. Entahlah , tapi aku berharap iya menyatakan cintanya sekarang.
"Aku ingin ketoko buku sore nanti , mau mengantarku ?"
Mendengar itu raut wajahku agak berubah. Harapanku tak sampai.
"Tentu saja." dengan cepat aku mngiyakan.
Kami melanjutkan sarapan kami, lalu kembali ke kelas.

***

Huaaaaa ~ Aku harus pakai baju apa ???
Shinici suka wanita seperti apa yaaa ???

Pikiran-pikiran itu terus berkutat dipikiranku. Sampai akhirnya telpon dirumah berdering.
"Hallo."
"Aiko chan ~ ini missa , wahh kau mau nge-date yah ?"
"Haahh , dari mana kau tau?"
"Teman-teman sekelas sangat heboh membicarakannya, mereka mendengar pembicaraanmu dan tuan shin."
"Ah, jangan memanggilnya seperti itu." Kataku malu-malu
"Hahahaha, oke. Kau mau pakai baju apa?"
"Entahlah."
"Ya, terserahmu saja. Ikuti maumu, shinici pasti suka."
"Baiklah."
"Ya sudah yaa , selamat berkencan Aiko chan."

tut tut tut ~
Telepon ditutp begitu saja.

Aku akhirnya memutuskan memakai terusan santai berwarna biru dan membawa tas kecil. Dan kuharap Shinici terkesan.

***

Di toko buku.
Seorang anak laki-laki tinggi , bersandar di tembok sebelah toko buku , sambil menoleh ke jam tangannya. Dia tampan , rambutnya sedikit acak-acakan , tapi sepertinya memang begitu stylenya. Aku segera berlari kecil mendekatinya, lalu menepuk pundaknya pelan.
"Mooshiwake gozaimasen" kataku meminta maaf.
"Ahh , aiko chan ~ Akhirnya kau datang. Ayo masuk." Shin menarik tanganku. Akupun mempercepat langkahku.
'aduh , kenapa aku jadi deg deg-an begini??' aku harus memperbaiki sikapku dulu.
"hmmm, shin boleh aku ke toilet sebentar?" aku bertanya tanpa menoleh ke arah shin, krena aku takut, pipiku yang dari tadi bersemu merah terlihat olehnya.
"Tentu saja." Ucap shin sambil tersenyum kearahku.

Aku cepat-cepat berlari ke toilet, dan mulai memperhatikan penampilanku dikaca.
"huh, semua baik-baik saja."
Greebbb ....
"Huaaaaaa !" Tiba-tiba ada seseorang yang menarikku kebelakang. Tarikannya keras sekali, sampai aku terbentur cukup keras di dadanya.
"Sssstttt." dia menyuruhku agar tidak berteriak. Lalu iya berkata sesuatu tanpa membiarkanku lari.
"Biarkan aku bersamamu."
"Ah ??? aku tak kenal kau! Pergi."
"A ... aku tak akan menngganggumu." Dia lalu mengacungkan jari telunjuknya keatas. "Demi dewa langit." Ujarnya.
"Ba ... baiklah. hari ini saja. Karena aku tak kenal kau."
"Tapi kita bisa kenalan."
"Sudahlah , aku tak niat kenalan denganmu. Dengar yaa ... aku sedang berkencan dengan temanku, jadi kau ikuti saja aku dari jauh , dan jangan mendekat."
"Tenang saja aiko chan ~"
Setelah membuat janji dengan pria itu , yang sama sekali tidak kukenal, aku segera menemui shinici yang tengah asik memilih-milih buku.
"Mooshiwake gozaimasen"
"Iie . Aiko chan, aku ingin memberi buku ini padamu." Aku melihat buku yang disodorkan shin.
"Aku sudah mencari buku ini sejak seminggu lalu , kau mau membelikanku ??" Aku tak menyangka shin tau tentang keinginanku untuk membeli buku ini, dan aku memang baru mendekatinya, tapi bagaimana dia bisa tau , bahkan aku tak pernah memberi tahunya. Atau mungkin ... missa.
"Iyaa , aku senang kau suka."
Aku tersenyum malu , saat shinici menatapku. 
"Hmm , bagaimana kalau kita sekarang pergi makan?" Ucap shin sambil tersenyum. Dan disambut anggukan mantap dariku, lagipula ini saat yang baik untuk meninggalkan pria aneh tadi.


***


Kami tiba disebuah rumah makan mungil, yang pengunjungnya tidak terlalu ramai. Sebelum aku duduk aku memperhatikan sekelilingku berharap stalker itu sudah tidak mengikutiku lagi. 
Untunglah dia sudah pergi. Huh, merepotkan saja.
"Aiko, pesan apa ?"
"Ah ? Samakan saja sepertimu." Ucapku sambil tersenyum
Hari ini benar-benar menyenangkan, karena aku bisa jalan dengan orang yang aku suka. Jika dia menyatakan cinta , itu akan lebih baik lagi.


Acara hari ini berakhir, aku memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Shin juga ternyata ada jadwal kursus hari ini.
Aku berjalan menyusuri jalan setapak dipinggir jalan sambil bersenandung. Sampai akhirnya seseorang menpuk bahuku.
"Aaaa !" Aku berteriak , saat sadar yang menepukku adalah pria yang tadi mau mengikutiku.
"Ke..kenapa kau datang lagi."
"Maksudmu, kau bilang aku boleh mengikutimu saat kau kencan , tapi harus dari jauh. Aku sudah menurutinya. Sekarang kau sudah selesai kencan, jadi aku mengikutimu dari dekat, harusnya kau tidak kaget." Pria itu , ntah siapa namanya terlihat benar-benar ingin mengikutiku.
Aku menatapnya sebentar, lalu berjalan meninggalkannya.
"Heii, rumahmu dimana ? Apa masih jauh ? Aku lapar."
Aku tak menanggapi celotehannya, tapi dia terus bertanya.
"Kau tinggal dengan ayah ibumu? kau punya saudara ? Apa dirumahmu ada anjing kecil yang lucu? Huaahhh , aku kangen anjingku."
"Heii, pria aneh. Jika kau kangen anjingmu kenapa kau tidak pulang saja?"
"Aku dihukum , tidak boleh pulang sebelum mengumpulkan 1000 kebaikan."
"Apaaa ??" Aku menatapnya heran. Pria ini benar-benar aneh , hukumannya juga aneh. Tapi dia tampan juga, ah tetap lebih tampan shin.
"Sudahlah kita cerita dirumah saja, aku lapar." Ucapnya , sambil memegang perutnya.
Aku pun akhirnya sedikit menerima kehadirannya di tempat tinggalku. Yang penting dia tidak mebuat ulah. Semoga begitu ...


[Bersambung]

0 lovely comment ♥:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini