25 Apr 2012

Feel The Rain


Dancing in the rain ...
it's our romantic moment ...
Can you imagine that ??
When we feel the rain , and other people just get wet ..





Rasakanlah ini .......

Kita sedang berjalan berdua di.sudut kota. Menikmati angin senja yang berhembus pelan dan dingin. Disekeliling kita banyak cafe, ada coffe shop, book shop, cake shop, sampai kedai pizza.
Aku masuk ke sebuah coffe shop, yang bangunannya sangat bagus. Aroma kopi menyeruak saat kita beranjak masuk kesana.
Aku mengangkat tanganku hendak memanggil pelayan. "cappucino hangat." Kataku sambil tersenyum kepada pelayan itu. Tapi entah kenapa kamu hanya diam sambil menatapku. Dan aku baru ingat, kalau kamu belum pernah minum kopi.
Belum pernah, artinya tidak tau apa kamu suka atau tidak, tidak salah mencoba kan ?

Pesananku datang. Satu cangkir cappuccino hangat di senja yang dingin ini pasti sangat menenangkan pikiran.
Kamu masih tetap diam saat pesananku datang. "Ayo coba hirup aromanya." aku menyodorkan cappucinoku. Lalu kamu menghirup aroma cappucinoku. "fuahh. aromanya enak." begitu komentarmu setelah menghirup aromanya dalam-dalam. "Tentu saja. Jika kamu merasakan rasanya seperti apa, pasti kamu akan kaget. Rasanya enak sekali." Aku mulai menghasutmu agar mau mencoba sedikit. Tapi kamu menggeleng.
"Sedikit saja." Kataku lagi membujukmu. "Aku tidak berani." katamu.
Akhirnya aku menyesap cappucinoku sedikit-sedikit , sedangkan kamu tidak minum apapun. Hanya memandangku sambil tersenyum.
Taukah kamu, senyum itu membuat cappucinoku terasa lebih manis. Dua kali lebih manis.

Langit sore ini sangat indah, meskipun ada awan abu-abu yang sedikit menghalangi. Dan terdengar suara gemuruh dari atas sana. "Sepertinya akan hujan, kamu bawa payung ?" tanyamu sambil menoleh kearahku, lalu kembali melihat ke.langit lewat jendela. "Kita trobos saja." Kataku nekat, sambil terus menyesap cappucinoku. "Nanti kamu sakit." Katamu sambil menatapku tajam.
"Paling hanya flu. Sudahlah, jangan khawatirkan aku." Kataku meyakinkanmu.
"Kalau begitu ayo kita pulang sekarang, sebelum hujan turun." Kamu menarik tanganku , dan berjalan cepat keluar dari coffee shop. Aku hanya menurut, dan membiarkan tanganku ditarik olehmu.
Tahukah kamu ? Walaupun udara dingin, tapi tanganmu terasa hangat.

Belum 5 langkah kita berjalan. Tapi hujan sudah mulai turun.
"Ayo cepat." Katamu sambil merangkulku dan mencoba memayungiku dengan jaketmu. Tapi aku menghentikan langkahku.
"Kenapa berhenti ? Ayo cepat." Aku tak peduli saat kamu membentakku. Aku tetap diam dan merasakan tetes tetes air hujan membasahi tubuhku.
Aku menghadap kearahmu, kini kita saling berhadapan. Disekeliling kita semua orang tampak berlarian menghindari hujan yang turun dengan derasnya . Aku memegang kedua tanganmu erat. Lalu mengatakan sesuatu kepadamu.
"Aku menunggu saat seperti ini. Kamu tau ? Hujan selalu dapat meleburkan perasaan kita."
Rambutku mulai basah, bajuku juga. Rambutmu juga mulai basah terkena hujan. Tapi kita tetap berdiri berhadapan ditengah-tenngah kerumunan orang-orang yang sedang berlarian menghindari hujan.

"Kau merasakannya ? Tetesan hujan menghantam keras badanmu ? dan betapa derasnya hujan sekarang?"
Kamu mengangguk, sambil terus menatap kearahku. "sederas itulah perasaanku padamu."
Kamu tersenyum lembut. "Kamu tidak kedinginan?" kamu bertanya padaku, dengan nada bicaramu yang polos. "Tidak." aku menggeleng.
Aku menarik tanganmu dan mengajakmu berlari kecil di pinggiran jalan sudut kota. Berputar, dan berjinjit jinjit seperti sedang menari balet. Kamu menertawai tingkahku, tapi aku ikut tertawa, dan mencoba membawamu ikut menari berputar.
Senja yang indah walaupu hujan. Dan itu karena ada kamu.

Hari semakin gelap, dan kita sudah tiba didepan rumahku. Hujan juga sudah mulai reda.
"Hatssyii" dan sepertinya aku mulai flu. "Sudah kubilang kan." Katamu dengan nada yang menggerutu.
"Tidak apa, aku tetap senang kok." Aku berbicara pelan sambil menyentuh pipimu yang dingin dan basah.
"Yakin tidak apa-apa?" raut wajahmu menggambarkan perasaan yang sedang khawatir.
"Tenang saja." ucapku meyakinkanmu. "Sampai ketemu besok." aku lalu melambaikan tanganku dan berjalan pelan masuk kerumah.

It's our romantic moment ...
When we feel the rain , and other people just get wet ...

0 lovely comment ♥:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini