26 Apr 2012

Today is Autumn


Wind blowing softly and cold ...
When you sit beside me and leaning on my shoulder ...
I feel your heartbeat is so fast ...
What happen with you ??


Can you imagine this ?

Musim gugur begitu menyenangkan. Dan lebih menyenangkan lagi jika aku melewatkannya bersamamu. Berjalan-jalan bersama dengan memakai syal. Duduk dikursi taman yang ditutupi daun-daun kering. Dan bercerita apapun yang bisa diceritakan.
Dan hari ini kita akan mengawalinya. Musim gugur yang indah.

Aku sudah berjanji bertemu dengan kamu sore ini. Udara sore ini cukup dingin, dan entah karena apa kamu tiba agak lambat dari jam yang sudah kita tentukan kemarin.
Tapi itu bukan masalah buatku, hari ini hari pertama musim gugur. Aku suka musim gugur. Udaranya yang sejuk, daun-daun berwarna orange yang berguguran. Dan suasana yang begitu damai. Sambil menunggu kamu , aku menggeser-geser daun dijalanan dengan kaki untuk membunuh waktu. Sampai akhirnya kamu datang dengan senyummu yang tampak tidak seperti biasanya. Lebih terlihat seperti senyum palsu.

"Mau menggantikan tugas petugas kebersihan ?" Katamu sambil terkekeh sebentar, lalu melangkah pelan mendekatiku. "Tidak. Aku bosan menunggumu." Aku mulai merajuk, dan pura-pura marah. Sebenarnya aku sulit untuk marah padamu , lebih tepatnya tidak bisa marah padamu.
"Jangan cemberut begitu, aku kan bercanda." Kamu mulai mencoba meredam amarahku yang hanya pura-pura. Tapi aku tetap saja tidak terpengaruh.
Dari raut wajahmu aku tau , saat ini kamu sedang berpikir. Mungkin memikirkan cara untuk membuatku tidak marah.

Kamu melangkah, kebangku yang terletak dipinggir jalan yang sekarang ini sedang sepi. Kamu lalu membersihkan daun-daun kering yang ada di atas bangku itu, dan kemudian duduk disana. Aku masih berdiri beberapa meter dari tempat kamu duduk. Dan saat aku menatapmu , kamu menepuk tempat disebelahmu. Aku tau itu isyarat untuk mempersilahkanku duduk disana.

Sekarang kita sudah duduk bersama dibangku besi, yang memiliki ukiran polos yang menurutku sangat bagus. Sederhana tapi bangku seperti ini sudah masuk kategori tempat yang romantis. Dikelilingi pohon-pohon dengan daun-daunnya yang satu-persatu akan jatuh ketanah. Angin yang bertiup pelan namun dingin. Dan ada kamu yang sekarang sedang bersandar dibangku besi ini.
Kamu menatapku dengan senyummu. Tapi kamu terlihat lemah. Aku mengerutkan kening.
"Sedang ada masalah?" tanyaku penasaran. "Tidak, hanya sedikit lelah. Jangan khawatirkan aku." Ujarmu dengan suara yang pelan. "Huh, memangnya tidak boleh khawatir? Aku pacarmu." Aku menggerutu sambil menatap kebawah. "Bukan begitu. Kalau kamu khawatir boleh aku minta tolong satu hal ?" kamu bertanya sambil menatapku, dan tentu saja aku mengangguk. Setelah aku mengangguk, kamu memiringkan kepalamu dan bersandar dibahuku. Ini pertama kalinya kamu bertingkah seperti ini. Dan aku mendengar sesuatu yang berdentum-dentum. Jantungmu berdetak lebih keras dari biasanya.

"Aku hanya lelah." Katamu singkat, lalu memejamkan mata. "Aku tau, kamu tadi terlambat. Biasanya kamu menungguku duluan." Aroma parfummu tercium lebih kuat dari biasanya, mungkin karena baru kali ini aku sedekat ini denganmu. "Maaf. Tadi aku banyak pekerjaan. Aku lelah sekali." katamu dengan mata yang masih terpejam.
"Kau tau kenapa daun hari ini jatuh?" Tanyaku padamu. "Kalau kamu, yang memberi jawaban , aku yakin bukan jawaban secara ilmiah." Kamu menjawab sambil tersenyum mengejek. "Tapi aku tidak bodoh tau." Aku membela diri sedikit. "Aku tak bilang kamu bodoh, kamu sangat pintar. Pintar mengambil hatiku." Kamu merayuku. dan itu membuat pipiku bersemu merah.
"Mau dengar jawabanku tidak?" Aku bertanya dengan nada yang sedikit menggerutu. "Tentu saja."
"Daun-daun itu, mereka juga lelah. Ada saatnya mereka jatuh dan beristirahat. Mereka juga mengandalkan daun-daun baru yang akan tumbuh nantinya. Kamu saat ini sedang mengalami musim gugurmu. Kamu sedang lelah, dan aku tau ini saatnya kamu untuk beristirahat. Dan setelah itu kamu akan lahir kembali."
"Dan si daun akan kembali menjadi hijau dan melengkapi pohon, hanya saja daun hijau adalah generasi yang baru. Begitu juga aku, aku perlu jatuh dan istirahat, setelah itu aku akan kembali bersemangat dan melengkapi kamu." Kamu melanjutkan penjelasanku , lalu membuka matamu tetapi masih bersandar dibahuku.

"Rasanya aku sangat menikmati irama detak jantungmu." kamu tersenyum nakal kearahku. Kali ini senyummu yang ceria, dan menyenangkan. Bukan seyum palsu. "Hei, detak jantungmu lebih terdengar."
Kita sama-sama tertawa riang saat mengetahui, detak jantung kita sama-sama berdetak kencang.
Disinilah kita sekarang. Dikelilingi daun-daun orange yang mengaggumkan. Dan angin musim gugur membelai wajah kita. Suasana yang damai bukan ?

Our heartbeat is so fast ...
I can hear your heartbeat , and you can hear my heartbeat ...
leaves fall all around us, so peaceful ... 
Today is Autumn

0 lovely comment ♥:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini