14 Jun 2015

Sulitnya membangun kepercayaan



Menurut kamu, apa yang membuat seseorang menaruh kepercayaan pada orang lain?

Oke kita mulai dengan pertayaan di atas, menurut kalian kenapa sih kalian bisa menaruh kepercayaan sama orang lain?
Aku membaca pertanyaan ini di ask fm, dan pertanyaan ini cukup membuatku lumayan mikir, karena selama ini aku adalah tipikal orang yang sangat tidak mudah percaya sama orang lain.
Kenapa  aku sampai bisa begitu?
Satu kekecewaan mungkin tidak akan banyak mengubahmu, tapi bagaimana dengan 3, 4, 5 dan seterusnya? Percaya nggak percaya itu akan mengubah kamu selamanya.


Aku mau bahas tentang kepercayaan nih, khususnya dalam hal relationship. Yuk mulai!

Kepercayaan itu fondasi buat suatu hubungan, kalau nggak ada itu ya udah hancur terus, goyah, nggak kokoh. Tapi sama kayak kita mau membangun rumah itu kan butuh fondasi yang kuat dan ngebangunnya nggak gampang. Misalnya kamu lagi membentuk fondasi dengan batu, eh pas kamu angkat tangan kamu keseleo. Sudah selesai dengan keseleo dan kamu berhasil bangkit lagi, kamu lanjut mau ambil pasir dan semen, eh ternyata mengayak pasir nggak gampang harus kompak nggak bisa sendiri. Selesai dengan masalah ayak-mengayak pasir kamu lanjut mau campurin pasir dan semen, eh takarannya kurang jadi ga bisa nempel. Fondasi kamu hampir selesai tapi semennya belum kering, eh tiba-tiba hujan. Akhirnya kamu ulang dari awal, dan ya, capek. Jelas.

Dari perumpamaan di atas anggaplah :
Fondasi = kepercayaan
Rintangan = kekecewaan

Kamu berusaha percaya sama pasangan kamu, tapi tiba-tiba kamu dikecewain, susah dong ngebangun itu kembali. Setelah kamu udah mulai percaya eh kamu dikecewain lagi sama pasangan kamu, aduh sakit banget nggak sih. Capek. Iya capek, bangun fondasi itu capek. Belum lagi yang selalu ngecewain itu si dia, bukan kamu. Sakitnya ya disini. Atau disitu, disitu kadang saya merasa sedih.

Ya terus gimana dong ?
Beberapa orang bakal terus nggak nyerah bangun fondasi, tapi nggak sedikit juga yang nyerah loh. Mereka capek karena saking seringnya kecewa. Nggak salah kalau mereka pergi, itu keputusan yang terbaik karna mereka sayang sama diri mereka sendiri.

Jadi setelah kalian baca postingan ini gimana?
Yang sering ngecewain, kamu atau si doi nih?
Kalau misalnya itu kamu, ayo dong jangan sia-siain orang yang udah berjuang buat kamu, kalau kamu memang maunya nyakitin dia terus, mending kamunya angkat kaki kalau nggak mau berubah. Kasian pasangan kamu.
Tapi kalau ternyata yang sering ngecewain dan meruntuhkan fondasi yang kamu bangun itu si doi, itu balik ke diri sendiri aja dulu, kalau kuat lanjutkan, kalau nggak, ya berhenti. Cinta butuh pengorbanan, next post aku bakal bahas ini ya.

Sekian, obrolan lumayan penting kali ini.
Ngomong-ngomong pertanyaan di atas masih belum ke jawab nih, ada yang mau kasih pendapat ?
Bisa langsung comment di bawah ya, atau boleh e-mail ke dayu.ledys@yahoo.co.id , nanti kita bahas bareng ya, sambil curcol ^^

*Haiiiii !!!
Makasih buat yang udah baca, semoga memberi manfaat buat kalian semua yahh ^^
Jangan lupa share, jangan lupa comment juga di bawah. Karena share dan comment dari kalian bikin aku semangat untuk terus menulis dan berkarya. Jangan lupa buat follow blog ini juga ya! Thankyou ^^

0 lovely comment ♥:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini